Jika Anda termasuk yang suka hang-out, clubbing atau sekedar nongkrong di kafe, hiburan musik elekton atau musik organ tunggal atau keyboard pasti sudah tidak asing lagi bagi Anda. Sama halnya dengan Anda yang sering ke pesta pengantin atau hajatan lainnya, tanpa hiburan sewa organ tunggal rasanya seperti hajatan di kuburan.
Memang tidak dapat dipungkiri jenis hiburan musik organ tunggal saat ini sedang naik daun. Popularitasnya bahkan menggeser posisi orkes melayu, orkes keroncong, orkes dangdut, bahkan home band yang sering main di kafe-kafe. Meskipun tidak sedikit kafe atau klab malam yang masih menggunakan jasa combo band lengkap. Tapi itupun sebatas kafe atau klab malam papan atas. Atau untuk show artis dan pertunjukan acara musik lainnya.
Fenomena dangdut hajatan (saweran) yang kerap diadakan oleh warga masyarakat menengah ke bawah dalam bentuk organ tunggal dalam hajatan sunatan, hiburan perkawinan, bahkan kampanye politik kerap menampilkan penyanyi-penyangi dangdut pinggiran dengan dandanan yang menor, seksi, ketat dengan pakaian bahkan transparan dengan badan. Selain pakaian goyangan yang mereka tampilkan mengundang para penyawer untuk melakukan aksinya, tak segan mempertontonkan kualitas hiburan rendahan yang tanpa moral. Selain itu tidak jarang menimbulkan keributan, perkelahian antar kelompok dan antar kampung karena dalam hiburan rakyat ini aroma alkohollnya begitu terasa.
Satu sama lain saling berkaitan. Penyelengara acara (hajatan) tak mungkin kalau tidak mengetahui, aparat pastilah tahu, tokoh masyarakat setempat pastilah diundang. Sedang penonton datang dari kalangan penggemar dangdut yang hobinya nyawer, mereka ada yang disebut tokoh masyarakat, oknum aparat pemerintah dan kepolisian yang terkait dengan perizinan. Mereka biasanya mencari nama untuk nyohor karena biasanya nama penyawer selalu disebut para penyanyi dalam lagunya. Nah yang mendapat dampak langsung dari tontonan dangdut saweran itu adalah penonton. Tidak sedikit diantara mereka yang berasal dari kalangan usia dini dan remaja. Nampaknya banyak diantara mereka generasi bangsa yang tersisih dari sisi hiburan itu sungguh menikmati sajian gretongan yang mengumbar syahwat dan dekat dengan aroma alkohol, dan kita bisa memprediksi seperti apa nantinya mereka jika tampilan dalam dunia mereka selalu dicekoki tontonan seperti ini.
kawer bergoyang
Jika Anda termasuk yang suka hang-out, clubbing atau sekedar nongkrong di kafe, hiburan musik elekton atau musik organ tunggal atau keyboard pasti sudah tidak asing lagi bagi Anda. Sama halnya dengan Anda yang sering ke pesta pengantin atau hajatan lainnya, tanpa hiburan sewa organ tunggal rasanya seperti hajatan di kuburan.
Memang tidak dapat dipungkiri jenis hiburan musik organ tunggal saat ini sedang naik daun. Popularitasnya bahkan menggeser posisi orkes melayu, orkes keroncong, orkes dangdut, bahkan home band yang sering main di kafe-kafe. Meskipun tidak sedikit kafe atau klab malam yang masih menggunakan jasa combo band lengkap. Tapi itupun sebatas kafe atau klab malam papan atas. Atau untuk show artis dan pertunjukan acara musik lainnya.
Fenomena dangdut hajatan (saweran) yang kerap diadakan oleh warga masyarakat menengah ke bawah dalam bentuk organ tunggal dalam hajatan sunatan, hiburan perkawinan, bahkan kampanye politik kerap menampilkan penyanyi-penyangi dangdut pinggiran dengan dandanan yang menor, seksi, ketat dengan pakaian bahkan transparan dengan badan. Selain pakaian goyangan yang mereka tampilkan mengundang para penyawer untuk melakukan aksinya, tak segan mempertontonkan kualitas hiburan rendahan yang tanpa moral. Selain itu tidak jarang menimbulkan keributan, perkelahian antar kelompok dan antar kampung karena dalam hiburan rakyat ini aroma alkohollnya begitu terasa.
Satu sama lain saling berkaitan. Penyelengara acara (hajatan) tak mungkin kalau tidak mengetahui, aparat pastilah tahu, tokoh masyarakat setempat pastilah diundang. Sedang penonton datang dari kalangan penggemar dangdut yang hobinya nyawer, mereka ada yang disebut tokoh masyarakat, oknum aparat pemerintah dan kepolisian yang terkait dengan perizinan. Mereka biasanya mencari nama untuk nyohor karena biasanya nama penyawer selalu disebut para penyanyi dalam lagunya. Nah yang mendapat dampak langsung dari tontonan dangdut saweran itu adalah penonton. Tidak sedikit diantara mereka yang berasal dari kalangan usia dini dan remaja. Nampaknya banyak diantara mereka generasi bangsa yang tersisih dari sisi hiburan itu sungguh menikmati sajian gretongan yang mengumbar syahwat dan dekat dengan aroma alkohol, dan kita bisa memprediksi seperti apa nantinya mereka jika tampilan dalam dunia mereka selalu dicekoki tontonan seperti ini.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment